Saturday, April 2, 2011

Perkumpulan rahasia Cina

Sejak dulu, beredar rumor di kalangan penganut teori konspirasi bahwa kelompok iluminati memiliki rencana untuk mengurangi populasi dunia dengan cara apapun. Namun kali ini, sebuah perkumpulan rahasia Cina yang memiliki 6 juta anggota dan 100.000 pembunuh profesional mengeluarkan ancaman akan menghabisi iluminati jika mereka terus melanjutkan rencana tersebut.


Kisah ini diceritakan oleh Benjamin Fulford, 46 tahun, mantan kepala biro majalah Forbes wilayah Asia Pasifik. Ia juga sudah menulis 15 buku berbahasa Jepang.

Menurut Fulford, perkumpulan rahasia itu bernama "The Green and the Red Societies". Mereka menghubungi Fulford ketika ia sedang berceramah mengenai rencana Iluminati untuk mengurangi populasi ras Asia hingga tinggal 500 juta saja dengan senjata biologi.

[Image: EB4F_4B47F2A8.jpg]

Kali ini, saya tidak bermaksud untuk membahas soal teori Fulford yang memang beredar di kalangan penganut teori konspirasi atau membahas soal iluminati yang setengah mitos itu.

Namun sepertinya menarik untuk melihat sedikit mengenai The Green and The Red Societies karena perkumpulan ini susungguhnya memang ada dan merupakan bagian dari sejarah Cina.

Kekuatan apakah yang dimiliki oleh perkumpulan ini sehingga mereka berani mengeluarkan ancaman seperti itu ?

Sama seperti perkumpulan rahasia lainnya, perkumpulan ini juga memiliki sejarah yang sangat tua.

Seperti yang kita ketahui, bangsa Manchu berhasil menginvasi Cina pada tahun 1644 dan menggulingkan dinasti Ming yang telah berusia 276 tahun. Lalu bangsa Manchu mendirikan Dinasti Qing. Kita bisa mengenal dinasti ini dari ciri-ciri rambut prianya yang setengah botak dan dijalin (seperti Wong Fei Hung misalnya).
Pada tahun 1901, pemberontakan ini akhirnya berhasil ditaklukkan oleh pasukan gabungan dari delapan negara.

[Image: 3A93_4B47F2A8.jpg]

Setelah pemberontakan Boxer berhasil dipadamkan, The Green and the Red Societies kembali memfokuskan pada usaha untuk menggulingkan dinasti Qing. Pada tahun 1911, dengan dukungan dari keluarga kekaisaran Jepang mereka berhasil menggulingkan dinasti Qing dan mengangkat Dr. Sun Yat Sen yang juga anggota perkumpulan ini sebagai presiden pertama Cina.

Selain Dr. Sun Yat Sen, Chiang Kai Shek, pemimpin partai Kuo Min Tang setelah Dr. Sun yang kemudian mendirikan negara Taiwan juga disebut sebagai anggota The Green and the Red Societies.

Dalam buku sejarah, Kelompok ini terakhir kali muncul dengan nama "Green Gang" dan "Red Gang" yang dengan berani memerangi komunis di Shanghai pada tahun 1940an.

Tidak ada catatan yang pasti kapan Green Gang dan Red Gang bergabung menjadi The Green and the Red Societies.

Pada tahun 1920an, Green Gang dan Red Gang telah menjelma menjadi dua organisasi kriminal paling ditakuti di Shanghai dengan bisnis utama berupa perdagangan Opium dan penyelundupan.

Salah satu pemimpin Green Gang yang bernama Tu Yueh Sheng yang juga dikenal sebagai Opium King adalah satu dari tiga pemimpin gangster yang dikenal sebagai raja dunia kejahatan di Shanghai.

[Image: 83A3_4B47F2A8.jpg]

Karena hubungannya yang erat dengan partai nasionalis Kuo Min Tang, pada tahun 1927, Green Gang di bawah pimpinan Mr.Tu kemudian membantu Chiang Kai Shek menghancurkan partai komunis setempat. Akibat dari tindakannya ini, kelompok ini mendapat perlindungan langsung dari Chiang Kai Shek dan Kuo Min Tang yang nasionalis.

Sejak itu Mr.Tu dan Green Gang mulai memperluas operasi opiumnya ke seluruh Cina. Pada tahun 1935, Tu Yueh Sheng dengan Green Gang telah menjadi salah satu kekuatan paling berpengaruh di Cina.

Ketika pasukan Komunis dibawah pimpinan Mao Tse Tung berhasil menguasai China, kelompok ini sekali lagi menjadi gerakan bawah tanah.

"Sejak tahun 1949, mereka dengan diam-diam meningkatkan pengaruh ke seluruh Cina dan dunia. Mereka juga memiliki pengaruh pada level yang tinggi di pemerintahan Cina. " Kata Fulford.

Menurut Fulford lagi, Akibat bantuan yang diberikan oleh keluarga kekaisaran Jepang dalam menggulingkan dinasti Qing, maka perkumpulan ini kemudian memiliki keterkaitan erat dengan Yakuza Jepang. Kebanyakan dari anggota The Green and The Red Societies adalah juga merupakan anggota Yakuza atau Triad Cina.

Sebagian pasukan dinasti Ming yang dikalahkan kemudian menyingkir dan membentuk perkumpulan bawah tanah yang bertujuan untuk menggulingkan dinasti Qing dan memulihkan kembali dinasti Ming. Namun sepak terjang perkumpulan ini tidak begitu terdengar hingga akhir abad ke-19.

Pada tahun 1898, Cina kembali bergolak dengan terjadinya pemberontakan Boxer yang terdiri dari kumpulan para ahli kungfu untuk mengusir imperialisme asing dari Cina.

Pemberontakan ini disebut sebagai salah satu pemberontakan paling berdarah di Cina. Dalam masa tiga tahun terjadinya pemberontakan ini, hampir 20.000 orang asing dan orang kristen Cina dibantai secara brutal. The Green and the Red Societies disebut ikut mendukung para Boxer secara diam-diam.


Fakta ini bisa dilacak dari hubungan antara antara kelompok Yakuza dengan keluarga kekaisaran Jepang.

Keluarga kaisar Jepang sebenarnya berasal dari penjajah bangsa Korea yang datang ke Jepang pada abad ke-6. Ketika para penjajah ini mengalami kesulitan dalam menaklukkan suku setempat yang bernama Jomon, mereka kemudian membawa orang-orang dari sebuah suku di Asia yang suka berperang. Suku ini adalah leluhur Yakuza.
[Image: B2C3_4B47F2A8.jpg]

Dalam sejarah, suku ini telah dipakai sebagai alat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rahasia dan pekerjaan lain seperti mengumpulkan pajak. Ketika kekaisaran Jepang memutuskan untuk membantu menggulingkan dinasti Qing, mereka menggunakan jasa Yakuza untuk menolong perkumpulan The Green and The Red Societies.

Hubungan itu kemudian berlanjut hingga saat ini. Karena itu, sekarang, kebanyakan pemimpin senior di The Green and The Red Societies sesungguhnya adalah orang Jepang, bukan orang Cina.

Fulford melanjutkan :

"Walaupun perkumpulan ini memiliki anggota yang kebanyakan merupakan anggota Triad dan Yakuza, sesungguhnya mereka tidak bisa disebut sebagai perkumpulan kejahatan. Lebih dari 2/3 anggota mereka adalah para intelektual seperti Profesor universitas, peneliti dan birokrat di pemerintahan. Setiap anggota mencari mata pencahariannya sendiri dan siap difungsikan kapan saja dibutuhkan. Buku pegangan mereka adalah sebuah buku yang penuh dengan peraturan dan instruksi seperti menolong orang yang lemah, melawan ketidakadilan, dan menolong sesama anggota."

Suatu hari, Fullford sedang memberikan ceramah di Tokyo mengenai Iluminati. Lalu seorang anggota perkumpulan ini mendekatinya dan bertanya apakah mereka dapat melakukan sesuatu untuk menolong.

Bagi Fullford, perjumpaan ini seperti melihat sebuah legenda masa lalu yang muncul kembali. Lalu ia menyadari mungkin hanya orang-orang inilah yang mampu memberikan perlawanan langsung kepada kelompok Iluminati dengan mencongkel mata di puncak piramida.

Ia lalu memberikan daftar nama 10.000 anggota yang dipercaya sebagai anggota Iluminati kepada kelompok tersebut.

"Coba pikir," lanjut Fullford. "Iluminati disebut memiliki sekitar 10.000 anggota. Sedangkan perkumpulan ini memiliki 6 juta anggota. Mereka memiliki nama dan alamat 10.000 anggota iluminati itu sedangkan 10.000 anggota iluminati itu tidak tahu siapa saja dan dimana 6 juta orang itu."

Jika benar perkumpulan ini memiliki 6 juta anggota, maka itu berarti perkumpulan rahasia ini adalah perkumpulan rahasia terbesar di dunia, melebihi Freemasonry yang beranggotakan 5 juta orang.

Nah, sekarang kita memiliki sebuah perkumpulan rahasia yang memiliki hubungan erat dengan Triad dan Yakuza yang memiliki 100.000 pembunuh profesional. Jika Iluminati memang benar-benar ada dan berencana untuk mengurangi populasi ras Asia, maka sepertinya sekarang mereka harus lebih berhati-hati.

sumber

No comments:

Post a Comment