Ada seorang pemuda, sebut saja si Fulan. Dulu dia seorang yang rajin beribadah. Kalau masalah shalat wajib berjama’ah jangan ditanya, dia tidak pernah ketinggalan mengerjakannya. Shalat malam?! dia pun ahlinya. Baca Al-Qur’an?! sudah berkali-kali khatam. Puasa senin-kamis?! itu rutinitas mingguannya. Menghadiri pengajian?! Lha wong ustadznya saja sangat dekat dengan dia karena saking rajinnya menghadiri pengajian.
Namun itu cerita dulu. Sekarang si Fulan telah berubah. Alhamdulillah tidak sampai berubah “180 derajat”. Tapi ibadah-ibadah yang dulu dia geluti sekarang hampir semuanya dia tinggalkan. Lho kenapa ya?!
Mengenal Penyakit Futur
Mungkin yang sekarang menimpa si Fulan -atau orang yang sejenisnya- adalah rasa futur dalam mengerjakan ibadah. Futur adalah suatu masa dimana seseorang yang tadinya begitu bersemangat tiba-tiba menjadi lemah, seolah semangatnya itu lenyap ditelan waktu.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda, “Setiap amal perbuatan itu memiliki puncak semangatnya, dan setiap semangat memiliki rasa futur.” (HR.Ahmad)
Hindari Sikap Berlebihan
Salah satu hal yang menjadikan ajaran Islam ini sebagai rahmatan lil ‘alamin adalah dilarangnya sikap berlebihan dalam beribadah dan tercelanya perbuatan tersebut.
Banyak dalil yang menunjukkan hal ini, diantaranya kisah tiga orang sahabat yang mendatangi rumah istri-istri Rasulullah demi menanyakan bagaimana beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam beribadah. Setelah mereka bertiga diberitahu tentang hal tersebut mereka merasa minder, lalu berkata, “Kita ini siapa dibandingkan dengan Rasulullah?! padahal beliau seorang yang telah diampuni dosa-dosanya baik yang lalu maupun yang akan datang.”
Kemudian salah seorang dari mereka bertiga berkata, “Kalau begitu aku akan shalat malam terus menerus (dan tidak tidur).”
Yang satunya lagi berkata, “Adapun aku, aku akan berpuasa seharian penuh dan tidak berbuka.”
Yang lainnya lagi berkata, “Kalau aku, aku akan memisahkan diri dari wanita dan tidak akan menikah selamanya.”
Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya bertanya, “Apakah kalian yang tadi berkata demikian dan demikian?!. Adapun aku, demi Allah, sungguh aku adalah orang yang paling takut dan bertakwa kepada Allah di antara kalian. Akan tetapi bersamaan dengan itu, aku berpuasa dan aku pun berbuka. Aku shalat dan aku pun tidur. Aku pun menikah dengan para wanita. Dan siapa saja yang tidak suka dengan sunnahku, maka dia bukan dari golonganku.” (HR. Muslim).
Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda, “Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seseorang yang berlebih-lebihan dalam agama kecuali akan terkalahkan.” (HR. Bukhari)
Bahkan Rasulullah sendiri saja terkadang tidak memperpanjang shalatnya, sebagaimana yang dituturkan oleh Abu ‘Abdillah Jabir bin Samrah Radhiyallahu ‘anhuma, “Aku pernah shalat bersama Nabi. Shalat beliau tidak lama, demikian pula dengan khutbahnya.” (HR. Muslim). Al-Imam An-Nawawi menerangkan bahwa maksudnya adalah shalatnya tidak terlalu lama dan tidak terlalu sebentar.
Sedikit Asal Rutin, Itu Kuncinya
Untuk ibadah-ibadah yang hukumnya tidak wajib, kita boleh untuk tidak mengerjakannya secara menyeluruh. Bahkan yang terbaik dalam beramal adalah mengerjakan yang kita bisa meskipun tidak banyak asal dengan syarat : RUTIN.
Inilah yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya, “Amalan yang paling dicintai adalah yang rutin walaupun sedikit.” (Muttafaq ‘alahi)
Rasulullah juga pernah menasehati ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash, “Wahai ‘Abdullah, janganlah kau menjadi seperti orang itu. Dulu ia rajin qiyamul lail, namun kemudian meninggalkannya.” (Muttafaq ‘alaih)
Harus Sesuai Syari’at
Sebuah pemahaman yang patut dimengerti oleh setiap muslim adalah bahwa amalan itu hanya dapat diterima jika memenuhi 2 syarat utama: (1) ikhlas hanya karena Allah, dan (2) mengikuti apa yang telah disyariatkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Kalau salah satu keduanya tidak ada, maka amalan tersebut tertolak.
Sah-sah saja kita beramal dengan berbagai macam ibadah selagi kita mampu, namun yang perlu diperhatikan juga ialah amalan-amalan tersebut hendaknya bersumber dari 2 syarat tadi. Jika amalan yang kita kerjakan selama ini ternyata hanya sekedar ‘produk buatan’ manusia saja (tidak sesuai dengan syariat, membuat ibadah baru), apalagi ditambah dengan ketidak-ikhlasan kita, maka yakinilah bahwa amalan tersebut pasti tertolak.
Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang membuat-buat ajaran baru yang bukan berasal dari kami maka ia tertolak.” (HR.Muslim)
Dan masih ingat dengan kisah 3 orang sahabat tadi?! Bukankah amalan-amalan yang mereka lakukan itu semuanya baik bila kita melihatnya dengan sekilas saja (shalat semalam suntuk dengan tidak tidur, puasa seharian penuh dengan tidak berbuka, dan bersikeras untuk tidak menikah) ?! Akan tetapi Rasulullah membencinya disebabkan ketidaksesuaian amalan-amalan tersebut dengan syari’at Islam.
Betapa indahnya perkataan seorang ‘Abdullah bin Mas’ud terkait masalah ini, “Sederhana dalam mengikuti Sunnah itu jauh lebih baik daripada berlebih-lebihan dalam mengerjakan amalan-amalan baru yang tidak pernah dicontohkan Nabi.”
Jangan Disalahpahami !
Apa yang baru saja kami paparkan bukanlah pembelaan untuk mereka yang bermalas-malasan dalam beribadah dan bukan pula celaan bagi mereka yang berusaha memperbanyak amalan shalih. Jangan sampai ada dari kita yang malah memandang sinis orang-orang yang rajin beribadah seraya mengatakan, “Jadi orang Islam itu ga usah fanatik kayak gitu lah.”
Tapi mari kita sama memperbanyak amalan shalih sebagai bekal kita menuju kehidupan akhirat kelak. Beribadahlah sesuai kesanggupan. Mari sama-sama berangkat ke masjid selama masih diberi kesanggupan oleh Allah. Yuk sama-sama mengaji agar kita bisa kenal agama. Ayo shalat malam selagi kita masih sehat wal ‘afiat. Kalau ada rezeki maka infakkan fi sabilillah, dan tabung untuk bisa berangkat haji ke tanah suci. Begitu juga dengan ibadah yang lainnya, kerjakan selagi mampu dan jangan memaksakan diri. Rutinkanlah ibadah tertentu yang patut Anda banggakan nanti dihadapan Allah. Serta jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah agar kita dan saudara-saudara kita tetap diberi ke-istiqomah-an dalam menjalankan ibadah-ibadah tersebut.
Dan bagi Anda yang sanggup melakoni segala macam ibadah, bersyukurlah. Karena sesungguhnya kesanggupan Anda tersebut tidak lain adalah anugerah dari Allah Ta’ala, bukan semata-mata karena kekuatan fisik Anda.
Oleh Abu Nu'aim bin Syarief
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Wednesday, May 4, 2011
Friday, April 29, 2011
Cukuplah Allah menjadi Penolong !
Hati...
Siapa yang mengetahui isi hati seseorang? siapa yang bisa menyelami seberapa dalam dari hati seseorang? Bila kita melihat seseorang tersenyum apakah dia benar-benar bahagia? bila seseorang menangis apakah itu berarti dia sedang bersedih? apakah seperti itu kenyataannya?. Hati, tidak ada seorangpun yang mampu menebak dengan pasti dalamnya hati bahkan kita sendiri, kadang tidak bisa memahami apa yang ada di dalam hati.
Apa yang terlihat di luar belum tentu itu tercermin di dalam hati, bukan berarti munafik tapi kadang orang lain tidak perlu tahu apa yang sebenarnya kita rasakan saat itu, bila kita bahagia tidak perlu kita perlihatkan kebahagian itu secara berlebihan kepada orang lain, ketika kita bersedih tidak perlu mereka mengetahui seberapa sakit apa yang menimpa kita hingga membuat kita bersedih. Begitu juga ketika hati kita merasa jengkel, jangan sampai orang lain kena getahnya. Cukuplah kita sendiri yang mengetahuinya dan Allahlah tempat kita menumpahkan segala rasa yang ada di hati, hanya Allah tempat kita curhat, tempat kita berserah diri. "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."
Saat ini, di suatu tempat ada hati yang begitu bahagia, seolah ia ingin tersenyum setiap saat. Iyah, di sana ada hati yang berbunga-bunga karena akan memiliki apa yang sangat dia harapkan selama ini, dia sedang mempersiapkan hari besar dalam hidupnya. Saya bisa membayangkan bagaimana hatinya dipenuhi dengan kebahagiaan, kesenangan dan suka cita. Tapi sebaliknya, di sini ada hati yang terluka karenanya, sedih karena kebahagian yang dirasakan olehnya. Tahukah dia bahwa hati saya sakit di saat dia justru merasakan kebahagiaan yang sempurna? Tahukah dia bahwa saya ingin menangis, justru ketika dia tersenyum dan tertawa?
Hem..dalamnya hati siapa yang tahu? senyum saya masih ada, tawa saya kadang masih terlihat dan canda itu juga masih kuberikan kepada setiap orang di dekat saya, tidak ada yang tahu bahwa di balik apa yang mereka lihat dari mimik wajah & tingkah laku saya sebenarnya saya sedang terluka, saya ingin menangis saat itu, tidak ada yang tahu tentang itu. Hanya Allah dan saya yang mengetahui dalamnya hati saya, hanya Allah tempat saya mengembalikan semua rasa di dalam hati, hanya Allah pengobat sakit & lara hati ini. Hanya dengan mengingat Allahlah saya berusaha menenangkan hati ini ketika kebahagiaan seseorang merenggut kebahagian saya, ketika tidak ada seorangpun yang memahami dalamnya hari saya.
Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar walahaulawalaquwataillabillah rangkaian kalimat ini yang membasahi bibir saya, menggetarkan hati yang sedang saya tata kembali, menemani butiran air yang menetes dari kelopak mata saya berharap setelah ini semua akan baik-baik saja. Seperti halnya sabda Rasulullah “Perbanyakkanlah membaca La Haula Wala Quwwata Illa Billah kerana sesungguhnya bacaan ini adalah obat bagi 99 penyakit, yang mana penyakit paling ringan adalah kebimbangan” (Riwayat Al-Uqaili melalui jabir r.a.)
Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar walahaulawalaquwataillabillah
Hasbunallahu wa ni'mal wakiil ni'mal maula mani'man nashir
Ya Rabb...
Semua datangnya dari Engkau dan semua akan kembali kepada Engkau, maka hamba serahkan semua rasa ini kepadaMu Ya Rabb... Kuatkanlah hamba menghadapi setiap ujian yang Engkau berikan, Ikhlaskanlah hati hamba untuk menerima setiap takdir yang Engkau tuliskan kepada hamba. Hanya Engkau Ya Rabb yang mengetahui dengan benar dalamnya hati saya maka hamba mohon tuntunlah diri ini untuk tetap berada dalam kebenaranMu Amin Allahumma Amin
Siapa yang mengetahui isi hati seseorang? siapa yang bisa menyelami seberapa dalam dari hati seseorang? Bila kita melihat seseorang tersenyum apakah dia benar-benar bahagia? bila seseorang menangis apakah itu berarti dia sedang bersedih? apakah seperti itu kenyataannya?. Hati, tidak ada seorangpun yang mampu menebak dengan pasti dalamnya hati bahkan kita sendiri, kadang tidak bisa memahami apa yang ada di dalam hati.
Apa yang terlihat di luar belum tentu itu tercermin di dalam hati, bukan berarti munafik tapi kadang orang lain tidak perlu tahu apa yang sebenarnya kita rasakan saat itu, bila kita bahagia tidak perlu kita perlihatkan kebahagian itu secara berlebihan kepada orang lain, ketika kita bersedih tidak perlu mereka mengetahui seberapa sakit apa yang menimpa kita hingga membuat kita bersedih. Begitu juga ketika hati kita merasa jengkel, jangan sampai orang lain kena getahnya. Cukuplah kita sendiri yang mengetahuinya dan Allahlah tempat kita menumpahkan segala rasa yang ada di hati, hanya Allah tempat kita curhat, tempat kita berserah diri. "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."
Saat ini, di suatu tempat ada hati yang begitu bahagia, seolah ia ingin tersenyum setiap saat. Iyah, di sana ada hati yang berbunga-bunga karena akan memiliki apa yang sangat dia harapkan selama ini, dia sedang mempersiapkan hari besar dalam hidupnya. Saya bisa membayangkan bagaimana hatinya dipenuhi dengan kebahagiaan, kesenangan dan suka cita. Tapi sebaliknya, di sini ada hati yang terluka karenanya, sedih karena kebahagian yang dirasakan olehnya. Tahukah dia bahwa hati saya sakit di saat dia justru merasakan kebahagiaan yang sempurna? Tahukah dia bahwa saya ingin menangis, justru ketika dia tersenyum dan tertawa?
Hem..dalamnya hati siapa yang tahu? senyum saya masih ada, tawa saya kadang masih terlihat dan canda itu juga masih kuberikan kepada setiap orang di dekat saya, tidak ada yang tahu bahwa di balik apa yang mereka lihat dari mimik wajah & tingkah laku saya sebenarnya saya sedang terluka, saya ingin menangis saat itu, tidak ada yang tahu tentang itu. Hanya Allah dan saya yang mengetahui dalamnya hati saya, hanya Allah tempat saya mengembalikan semua rasa di dalam hati, hanya Allah pengobat sakit & lara hati ini. Hanya dengan mengingat Allahlah saya berusaha menenangkan hati ini ketika kebahagiaan seseorang merenggut kebahagian saya, ketika tidak ada seorangpun yang memahami dalamnya hari saya.
Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar walahaulawalaquwataillabillah rangkaian kalimat ini yang membasahi bibir saya, menggetarkan hati yang sedang saya tata kembali, menemani butiran air yang menetes dari kelopak mata saya berharap setelah ini semua akan baik-baik saja. Seperti halnya sabda Rasulullah “Perbanyakkanlah membaca La Haula Wala Quwwata Illa Billah kerana sesungguhnya bacaan ini adalah obat bagi 99 penyakit, yang mana penyakit paling ringan adalah kebimbangan” (Riwayat Al-Uqaili melalui jabir r.a.)
Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar walahaulawalaquwataillabillah
Hasbunallahu wa ni'mal wakiil ni'mal maula mani'man nashir
Ya Rabb...
Semua datangnya dari Engkau dan semua akan kembali kepada Engkau, maka hamba serahkan semua rasa ini kepadaMu Ya Rabb... Kuatkanlah hamba menghadapi setiap ujian yang Engkau berikan, Ikhlaskanlah hati hamba untuk menerima setiap takdir yang Engkau tuliskan kepada hamba. Hanya Engkau Ya Rabb yang mengetahui dengan benar dalamnya hati saya maka hamba mohon tuntunlah diri ini untuk tetap berada dalam kebenaranMu Amin Allahumma Amin
MINDSET PROGRAMMING YOUR BRAIN !!
kalo loe mikir SUKSES jadi KENYATAAN
kalo loe mikir GAGAL jadi KENYATAAN
It’s All About MINDSET…
————-
OTAK kita ini CANGGIH BENER.
Otak adalah Hardwarenya.
Mindset adalah Softwarenya.
Komputer (Otak) secanggih (sehat) apapun ga ada gunanya kalo softaware (mindset) yang gak terinstal dengan bener.
Dan, sampe skg lom pernah ada komputer yang bisa ngalahin kecanggihan otak kita.
Nah, sangking canggihnya, nih OTAK kadang MENIPU pemiliknya sendiri (KITA).
Contohnya :
kita bilang : “kenapa ya gw sial banget” –> ini TRIGGERnya
Nah si OTAK ini bakal MENCARI BUKTI2 kalo kita tu MEMANG SIAL.
Dimana nyarinya? ya dalam database otak lah.
Tanpa kita suruh, secara otomatis SEMUA PENGALAMAN KITA YANG BURUK2 DIKUMPULIN dan di PREVIEW SATU-PERSATU,
utk NGEBUKTIIN kalo KITA tu memang BENER2 SIAL.
mgk gini salah satu contoh fakta2 yang berhasil dikumpulin ama si otak :
- kmarin ditolak pas approach cewe,
- seminggu yang lalu di marahi ama bos dikantor,
- dua hari yang lalu dompet gw ilang,
- tadi siang gw kepleset dimall didepan orang banyak,
- dan masih banyak lagi.
Dan akhirnya apa yang terjadi?
Karena kita sudah berpikir kita adalah orang yang paling sial otak akan mendukung kita dengan fakta2 yang berhasil dikumpulkannya.
Selanjutnya OTAK akan MEMERINTAHKAN SELURUH TUBUH kita untuk BERSIKAP selayaknya orang yang sial,
hasilnya ? jelas BODY LANGUAGE ORANG SIAL (suka mengeluh, badan ga tegap, tatapan layu kayak tampang orang menyedihkan, gak pede, jalan letoy, dsb)
dan ini kan yang paling2 kita hindari kalo mo jadi sukses kan ya??
contoh lain yang bikin si OTAK bakal menTRIGGER MINDSET Negatif:
- aduh, saya bete sekali.
- aku memang ga ada gunanya.
- memang udah takdir aku diciptakan untuk hidup sendiri.
- aku paling bego dikelas
- aku gak asik orangnya
- aku memang jelek banget
- kurus gini mana ada yang mau
- dan lain sebagainya, loe sendirilah yang paling tau cara mentriggernya…
cara kerjanya sama, si otak bakal membuat pertanyaan “apa iya nih orang(si pemilik otak), orang yang menyenangkan?”.
Otak bakal melakukan searching didatabase pengalaman2 kita untuk ngebuktiin kalo kita bener2 menyenangkan.
Contoh hasil searching :
- Dulu aku pernah punya temen cewe yang aku akrab banget ama dia dan dia senang main kekosatanku.
- Kemarin aku nolongin nenek2 nyebrang jalan trus nenek itu muji aku didepan banyak orang.
- Adikku yang paling kecil seneng banget kalo aku ikut main robot2an-nya dia.
- Ibuku bangga karena aku udah kerja/lulus kuliah/dapet nilai 85 pas ujian matematika
- Temenku pernah bilang kalo gak asik tuh jalan2 kemarin karena gak ada aku.
Karena biasanya nyari hal2 yang baik2(menyenangkan) lebih sulit dari mencari hal2 yang buruk(sial) –> databasenya kurang lengkap.
Biasanya kesulitan ini terjadi ama orang2 yang bertipe pesimis atau negatif thinking.
Hasilnya dari hasil searching si Otak trus diapain? si otak bakal memerintahkan tubuh kita untuk ngasi sinyal2 (ngebuktiin) kalo kita itu orang yang menyenangkan at least mendekati tema “menyenangkan”.
Hasilnya? Body Language fun :
- kita bakal lebih percaya diri (karena aku orang yang menyenangkan),
- jalan mantap (karena aku orang yang menyenangkan),
- tatapan yakin dan cool (karena aku orang yang menyenangkan),
- senyum selalu (karena aku orang yang menyenangkan)
- bersikap ramah saat ketemu siapapun (karena aku menyenangkan)
- emosi terkontrol, ga mudah marah (karena aku menyenangkan)
- aku punya banyak teman (meski di FS friendsnya cuma 16 orang)
- aku orang yang sukses (bukan “aku calon orang sukses”, berarti belum sukses dunks)
- aku pandai di berbagai hal (meski cuma bisa maen gitar ama masak indomie)
- aku orang yang paling beruntung (setelah ngeliat orang yang kurang beruntung karena cacat fisik atau kekurangan finansial, dsb)
- aku orangnya asik (meski sering banget omongannya garing)
Hargai apa yang ud kita lakukan (usaha kita), meski hal itu kecil dan make sure that positive thinking mode always enabled.
Biasanya ada reaksi berantai saat kita berpikir positif.
Contoh : pernyataan “aku tu orangnya asik lho…”
reaksi pertama, otak melakukan searching. Coba skg kita pake kasus terburuk : hasil searching si otak adalah data was not found. Artinya “gw gak asik”
kalo ud mode positif thinking-nya enabled maka “gw gak asik” akan seketika diconvert jadi “gw belum asik”
reaksi berikutnya : Si otak bakal mengeluarkan statement : pelajari apa definisi asik. karena kita akan bakal jadi asik.
reaksi berikutnya : loe nanya ketemen2 loe, loe belajar, baca buku, bergaul, buka forum , dan berbagai action lainnya.
reaksi berikutnya : dipraktekin dari apa2 yang udah didapat.
hasilnya, kita bakal belajar, character orang yang asik itu bakal terbentuk.
Tapi ingat! gak ada yang sempurna 100% jadi orang yang asik.
Tambah data dalam database otak kita. Gimana caranya? bergaul donk, maen keluar, jangan dirumah terus (maen game ato chatting), hadapi kehidupan sosial diluar. Approach orang2 diluar dan ajak ngobrol. Hasilnya buruk ato baik bakal jadi bahan untuk di store dalam database kita. Jalankan sistem evaluasi setelah nya (kenapa gw di benci, kenapa temen gw illfeel, kenapa gw tadi dipuji, kenapa gw diketawain, kenapa ini, kenapa itu)
Hindari denger lagu yang destruktif, lagu2 desperation, needy, dan lagu2 yang menyatakan kalo kita tu sendiri tak ada yang menemani seperti malam2 yang sudah-sudah.
Menurut gw lagu2 begini yang bisa membentuk jiwa2 yang desperate dan muncul sifat2 needy.
Kecuali, kalo kita memang pengen nostalgia ama masa kesedihan kita dulu (dulu gw juga kadang2 suka denger kok
Ga papa didenger tapi jangan lama2 dan keterusan, yang lebih gawatnya ini malah dijadiin ringtone!
Pelajari dan definisikan lagi definisi sukses. Kalo menurut gw sukses berarti HARI INI jAUH LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN.
Ada yang bertambah pada diri kita (bukan nambah berat badan lho).
Bisa jadi nambah duit, nambah teman, NAMBAH ILMU (ini yang paling penting!), atau nambah2 lainnya.
Loe sendiri yang definisiin yee.
Belajar, belajar, belajar, dan terus belajar NO EXCUSE sampe mati!!
So, skg kita bisa memprogram otak kita. Kita bisa setting kapan kita mau sedih (loh apa perlunya sedih? nanti kita bahas) dan kapan kita mau senang.
Thursday, April 28, 2011
Cantiknya Seorang Muslimah
Aku bangga menjadi Muslimah
Disaat yg lain bangga menjadi wanita Modern.
Aku bangga Jilbabku menjuntai kedada
Disaat yg lain bangga mengikuti Mode,
Aku bangga menjadi pengurus kerohanian islam Disaat yg lain lena,
Aku tak peduLi dgn anggapan sOk sUci
Krna aku tahu apa yg laKukan,
Awalnya aku tidak perCaya diri….
Dengan pakaian yg tertUtup rapi….
Teman ~ teman berKata aku tdk trendy…..
Tapi Abi berKata aku Cantik begitUpun Ummi…..
♥ Wahai KaWan yg bermimpi sanjUngan……
CantiK buKanLah buKa ~ buKaan….
CantiK bUkan s’lalu berdandan….
Dan Cantik bUkan berarti seOrg pUjaan….
♥ KuULurKan jiLbabku hingga teraSa damai HatiKu…..
KuLonggarKan pakaianKu sehingga tertUtup bentUk tUbuhku…..
kULaKukan itu semUa demi CintaKu pada Rabbi-Ku….
Dan kuberbiSik daLam hatiKu, s’mOga engKau bahagia meLihatKu….
♥ Andai semUa org memahami…
CantiK Lahir bUkanLah Ukuran…..
Tapi Cantik hati memiKat semUa Orang….
Dan terUtama bUdi peKerti seperti yg RasuL ContOhkan…..
maKa SaudariQ PeliharaLah AURAT........
♥ Tdk akn tertutup dgn berperangai yg BAIK,
♥ tdk akn tertutup dgn sifat LEMAH LEMBUT,
♥ tdk akn tertutup dgn kata ~ kata yg BAIK,
♥ tetapi hanya akn tertutp dgn PAKAIAN yg SEMPURNA,
♥ ~ Mudah - Mudahan AKHLAK dibalik pakaian tadi lebih INDAH dari pada
pakaiannya" Amiin.....! ♥
♥ ~ Jgn Lupa Tutup Aurat ya.....saudariku (^_~) ♥
♥ SaLam Santun_Q.....:)
(´'`v´'`)
`•.¸.•´
.¸.•´¸.•*¨)¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´¸¸.¨¨`♥ ~ Nhana Razak Al-bugisiyyah ~ ♥
Sumber: Diatas Sajadah Cinta

Disaat yg lain bangga menjadi wanita Modern.
Aku bangga Jilbabku menjuntai kedada
Disaat yg lain bangga mengikuti Mode,
Aku bangga menjadi pengurus kerohanian islam Disaat yg lain lena,
Aku tak peduLi dgn anggapan sOk sUci
Krna aku tahu apa yg laKukan,
Awalnya aku tidak perCaya diri….
Dengan pakaian yg tertUtup rapi….
Teman ~ teman berKata aku tdk trendy…..
Tapi Abi berKata aku Cantik begitUpun Ummi…..
♥ Wahai KaWan yg bermimpi sanjUngan……
CantiK buKanLah buKa ~ buKaan….
CantiK bUkan s’lalu berdandan….
Dan Cantik bUkan berarti seOrg pUjaan….
♥ KuULurKan jiLbabku hingga teraSa damai HatiKu…..
KuLonggarKan pakaianKu sehingga tertUtup bentUk tUbuhku…..
kULaKukan itu semUa demi CintaKu pada Rabbi-Ku….
Dan kuberbiSik daLam hatiKu, s’mOga engKau bahagia meLihatKu….
♥ Andai semUa org memahami…
CantiK Lahir bUkanLah Ukuran…..
Tapi Cantik hati memiKat semUa Orang….
Dan terUtama bUdi peKerti seperti yg RasuL ContOhkan…..
maKa SaudariQ PeliharaLah AURAT........
♥ Tdk akn tertutup dgn berperangai yg BAIK,
♥ tdk akn tertutup dgn sifat LEMAH LEMBUT,
♥ tdk akn tertutup dgn kata ~ kata yg BAIK,
♥ tetapi hanya akn tertutp dgn PAKAIAN yg SEMPURNA,
♥ ~ Mudah - Mudahan AKHLAK dibalik pakaian tadi lebih INDAH dari pada
pakaiannya" Amiin.....! ♥
♥ ~ Jgn Lupa Tutup Aurat ya.....saudariku (^_~) ♥
♥ SaLam Santun_Q.....:)
(´'`v´'`)
`•.¸.•´
.¸.•´¸.•*¨)¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´¸¸.¨¨`♥ ~ Nhana Razak Al-bugisiyyah ~ ♥
Sumber: Diatas Sajadah Cinta
Tuesday, April 26, 2011
Menghadapi Gelombang Kehidupan
dan kapan ia harus berhenti di "setiap hal dalam hidupnya"
Kisah kali ini tentang pentingnya untuk berhenti sejenak dalam mengarungi derasnya gelombang kehidupan. Di penggir pantai yang indah dan tanpak mempesona 2 orang sahabat sedang asik berenang2 .
" Ayuk Di, agak ke tengah dikit.., Salim mangajak budi dengan komando kepalanya..
"Ogah ah.. serem.. lo aja yang ketengah, lo kan pinter berenang... budi sedikit ngeri mengiyakan ajakan Salim.
"Tenang aja lagi Sob.. kan ada Gw.. lo pasti aman deh... Salim meyakinkan budi yang terlihat ketar ketir..
"Yakin? aman yak?!!!.. budi meminta kepastian Salim..
"Yakin aman Di... gw kan juara renang di sekolah... lo pasti aman.. kalo ada apa2 lo bisa andelin kemampuan renang gw.. Salim memastikan ucapannya.
" Oke deh
mereka berenang menjauhi bibir pantai tempat mereka berasal.. mengambang, berubah gaya berenang, dan canda menjadi
"sesaji" kala mereka menempuh senti demi senti air asin yang sedang mereka tracking...
Tiba2 angin mulai sedikit demi sedikit mengencang.. Gelombang mulai meninggi.. dan Awan hitam berbondong bondong mendekati daratan..
"Lim.. gimana nih.. budi panik..
"Yuk ke pingigir sekarang..salim mengajak budi...
budi mengikuti salim yang berenang di depannya..
tiba2 Ombak yang sangat tinggi bergulung dari arah belakang tubuh mereka..
"Huaaaaaaaaaaaaaaaa..... Budi berteriak sekencangnya...
"Lo gak papa kan Bud??? salim berteriak dari arah depan..
"aku aman..kamu dimana lim ??? budi mencari salim yang tadi berenang di depannya..
"Gw di depan lo bud.. kehalang ombak nih.. lo terus aja berenag ke pinggir .. nanti kita ketemu disana...
"aku takut gak kuat Lim.. kamu sih enak pinter berenang.. Budi meneriaki Salim...
"Udah berenang aja lo.. pasti bisa kok.. Salim menyahut dari kejauhan.. dan suaranya semakin jauh dari tubuh budi yang mulai kelelahan..
Salim memacu kecepatan renangnya dan menerjang gelombang yang semakin meninggi.. berkali kali ia menghilang dan timbul dari riak2 air..
Sementara Budi sudah kelelahan.. ia tak mampu lagi berenang melawan gelombang yang mematahkan kayuhan kakinya untuk berenag menuju pantai.. ia hanya pasrah mengikuti kemana gelombang membawanya.. "Tuhan.. inilah akhir hidupku.." budi membatin sedih.. ia yakin Salim sedang menunggunya di pinggir pantai sambil berharap harap cemas akan keadaannya.. semoga Salim bisa sabar menunggu ku.. budi menangis haru didalam kesendiriannya..
30 menit berlalu.. budi mulai menyadari gelombang laut sudah tidak separah beberapa waktu lewat.. angin cenderung bergerak tenang, ombak bergulung hanya beberapa centi saja.. nampak dihadapannya bibir pantai tempat ia dan salim biasa berenang..
Bersusah payah Budi bergerak hingga menyentuh pasir yang memutih di hamparan pinggiran pantai..
"alhamdullilah.... budi kembali terisak....,,
Belum lagi pulih tenaga budi.. ia segera bergegas mencari Salim yang mungkin sejak tadi mencarinya..
"Saliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiim... liiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiimmm.... budi berteruiak keras memanggil sahabatnya...
"Dek dek.. apa kamu nyari teman kamu??? seorang bapak nelayan menghampiri budi..
"iya betul pak.. , bapak ada liat enggak ya??
" coba liat di balai desa dek.. siapa tau itu teman adek...
Budi berlari kearah balai desa dan menyaksikan pemandangan pilu dihadapannya.., Salim telah terbujur kaku, beberap nelayan menceritakan , mereka menemukan salim terombang ambing di lautan.. mungkin ia tenggelam karena terlalu lelah melawan gelombang yang sedang gila-gilanya beberapa jam lalu..
Budi kembali menangis sejadi jadinya.. " kenapa salim.. kenapa bukan aku.. bukankah aku tidak pandai berenang, bukankah salim juara renang di sekolah..." air matanya membanjir hebat... terbayang semangat sahabatnya yang menyuruhnya terus berjuang hingga tiba di pinggir pantai..
Selamat jalan sahabat.. Budi meninggalkan secarik kertas putih bertuliskan.. "Terimakasih" diatas tanah merah tempat Salim terbaring ubntuk selamanya...
Taukah kalian kenapa aku berterimakasih kepada sahabatku???
kerena dari kejadian ini aku tau satu hal yang mungkin akan aku ingat seumur hidupku..
kejadian ini mengajarkan padaku..
Dalam hidup, kita bukan sekedar harus menjadi kuat, pandai dan terampil..
Dalam hidup kita bukan sekedar harus menjadi sosok yang dibanggakan, di elu elukan, atau di damba dambakan..
tapi kita juga mesti tau kapan kita harus berhenti sejenak untuk berjalan atau berjuang, bukan untuk menyerah, apalagi kalah...
kita berhenti sesaat untuk " memastikan " apakah kita sanggup terus berjalan, kita berhenti sejenak untuk "memikirkan" kapan waktu yang tepat untuk kembali melangkah.
Tidak akan mungkin kita sanggup mendaki Mount evrest tanpa jaket...
tidak akan mungkin kita sampai puncak himalaya tanpa berhenti untuk berkemah...
Kita berhenti sesaat untuk memikirkan apa yang terbaik bagi diri kita saat melawan
"GELOMBANG GELOMBANG KEHIDUPAN"
Karena gelombang itu akan berubah setiap hari..
dan kita tidak harus berhenti pula setiap hari..
tapi berhentilah saat"TIBA2 GELOMBANG ITU BEGITU MENAKUTKAN DAN TERAMAT BERAT UNTUK KITA LALUI DALAM BEBARAPA MENIT"
Berhentilah dan berfikirlah,,.. biarkan sejenak tubuh kita untuk beristirahat..
jika sudah mereda.. lanjutkan perjalanan panjang ini dengan ketenangan dan rangkaian pilihan bijak.
Orang hebat bukanlah orang yang suaranya paling besar, temannya paling banyak , ilmunya paling tinggi, hartanya paling berlimpah,
orag hebat adalah orang yang tau kapan ia harus berjalan. dan kapan ia harus berhenti di "setiap hal dalam hidupnya"
Labels:
Artikel,
Cerpen,
Islamic,
Reprogramming Mindset,
Story
Tidak Cukup hanya dengan Sisa Waktu
Otomatis selepas shalat subuh sendirian tidak bisa melakukan dzikir pagi karena harus segera merapikan diri untuk berangkat kerja, apalagi baca qur'an, satu ayat pun tidak akan keburu.
Tapi entah kenapa untuk masalah pekerjaan Fulan selalu berusaha untuk tepat waktu masuk kantor. Setiap pergi ke kantor Fulan selalu berusaha untuk tampil rapi dan wangi dan hal ini sangat bertolak belakang dengan aktivitasnya ketika bangun tidur. Aktivitas shalat subuh Fulan cukup dengan menggunakan pakaian tidur, tanpa gosok gigi, apalagi wangi-wangian. Intinya yang penting kewajiban sudah gugur.
Sebagai seorang karyawan Fulan selalu mendedikasikan dan mengerjakan segala tanggung jawabknya dengan sungguh-sungguh dan senang hati. Apabila terjadi suatu kesalahan, Fulan akan dengan segera menelusuri akar penyebab masalahnya dan mencari solusi terbaik sehingga masalah ini tidak muncul lagi.
Pada jam istirahat, selepas makan siang, biasanya Fulan asyik ngobrol dengan teman-teman kerjanya. Biasanya Fulan shalat Dzuhur lima menit menjelang jam istirahat berakhir. Walhasil shalat dzuhur yang dikerjakannya sangat minim waktunya. Dari mulai wudhu pun terlihat terburu-buru. Maka selepas salam Fulan langsung kembali bekerja. Tidak ada dzikir ataupun shalat ba'diyah dzuhur.
Gambaran di atas bisa jadi merupakan refleksi dari rutinitas harian kita. Di sadari atau tidak terkadang kita tidak adil dalam menyikapi urusan dunia dan akhirat. Meski kita sering mengatakan bahwa dalam hidup ini harus seimbang antara dunia dan akhirat kita. Tapi, tanyalah ke dalam lubuk hati ini, benarkah perkataan itu? Benarkah kita sudah memposisikan timbangan dunia dan timbangan akhirat pada posisi yang sama tinggi jika takarannya harus seimbang?
Dalam pekerjaan kita sering berusaha untuk datang tepat waktu. Jika sekali saja terlambat maka keesokan harinya akan bangun dan berangkat lebih awal agar tidak terlambat lagi. Tapi kita jarang sekali khawatir karena telah mengakhirkan shalat, bahkan kalau sedang asyik biasanya kita dengan tenang meninggalkan kewajiban tersebut tanpa ada sesal yang singgah di hati.
Kita selalu berpenampilan rapi, harum dan segar setiap pergi ke kantor. Namun dalam sujud kepada Alloh kita cukup memakai kaos oblong dan sarung seadanya.
Masih banyak hal-hal lain dimana kita tidak adil dalam menempatkan antara dunia dan akhirat. Padahal, seandainya kita mau sedikit mempelajari, apa yang kita lakukan dalam 24 jam bisa bernilai ibadah. Namun untuk mempelajarinya badan ini sudah terlampau letih oleh setumpuk pekerjaan. Saking letihnya kita sering ketiduran untuk melaksanakan shalat isya. Namun, meskipun badan ini letih terkadang kondisi badan bisa menjadi fit kembali ketika ada panggilan dari atasan meskipun itu tiba-tiba.
Begitu pun pada hari libur di akhir pekan. Dengan alasan istirahat kita menghabiskan waktu dengan tidur, nonton tv, shopping, ke bioskop, hang out, dll. Sangat jarang dari kita untuk meluangkan waktu sesaat untuk sekedar membaca satu ayat dari ribuan firman Alloh. Bahkan meskipun tidak bekerja kita masih saja tidak dapat melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Tetapi jika pacar meminta bertemu, kita akan dengan sigap memenuhi permintaannya itu tanpa pikir panjang dan tepat waktu.
Tapi tidak adakah waktu untuk sekedar bercakap-cakap dengan Alloh meski dengan shalat di awal waktu? Atau sekedar membaca satu ayat saja setiap minggunya?
Sebenarnya hukum untuk mendapatkan kebahagiaan dunia sama dengan kebahagiaan akhirat. Kita akan mendapatkan kemapanan hidup apabila memiliki bekal ilmu yang cukup dan bersungguh-sungguh bekerja. Semua itu kita lakukan dan jalani dengan kerelaan. Untuk mendapatkan akhirat pun demikian. Diperlukan ilmu yang cukup dan kesungguhan untuk mengamalkannya. Ilmu tersebut pun harus diusahakan dengan cara menuntut ilmu dan itu memerlukan waktu dan biaya. Namun kenapa kita pelit untuk segala hal yang dapat membuat kita lebih memahami ajaran islam. Membeli buku aqidah seharga lima puluh ribu akan terasa mahal apabila dibandingkan dengan jalan-jalan yang bisa menghabiskan uang sampai ratusan ribu rupiah.
Berhenti sejenak dan merenungi atas apa yang telah kita kerjakan mungkin salah satu sikap yang bijak. Mencoba berfikir atas semua aktivitas kita apakah sudah proporsional dan adilkah kebutuhan dunia dan akhirat kita tunaikan?
Akan terlalu berat mungkin apabila kita mengikuti Rasulullah dalam semua hal. Paling tidak ada proses untuk berkeinginan mengenal Alloh dalam ibadah-ibadah pokok dan melibatkan-Nya dalam seluruh aktivitas kita.
Setidaknya untuk tidak lupa mengucapkan basmalah dalam setiap memulai aktivitas sehingga akan bernilai kebaikan. Alloh pun tidak membebankan syariat-Nya melainkan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya.
Renungan, Sungguh Aku Heran
“Wahai manusia !
Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.
Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.
Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.
Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.
Aku heran pada intelektual, yang bodoh dalam soal moral.
Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.
Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.
Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.
Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.
Wahai manusia !
Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rezeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu. Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.
Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagi-Ku. Kau raup segala apa yang Ku-berikan untukmu. Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.
Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepada-Ku. Engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain.
Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja.
Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”
Ya Allah, hamba-Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadap-Mu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepada-Mu, ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan, bila Engkau Campakkan kami, kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dari-Mu”.
“Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu”.
(Ali bin Abi Talib)
Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.
Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.
Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.
Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.
Aku heran pada intelektual, yang bodoh dalam soal moral.
Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.
Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.
Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.
Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.
Wahai manusia !
Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rezeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu. Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.
Wahai manusia !
Setiap hari Aku mendatangkan rezeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rezeki-Ku, namun engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepada-Ku. Aku kabulkan jika engkau memohon kepada-Ku. Kebaikan-Ku tak putus-putus mengalir untukmu. Namun
sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepada-Ku tiada henti.
Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagi-Ku. Kau raup segala apa yang Ku-berikan untukmu. Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.
Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepada-Ku. Engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain.
Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja.
Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”
bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah.. betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama ini..lihatlah betapa banyak kelalaian yang
telah kita lakukan selama ini.
“Ya Allah,
kami bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdaus-Mu, tidak juga kami mampu akan siksa api neraka-Mu, berilah hamba-Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung.
Ya Allah,
dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai, anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung, umur kami berkurang setiap hari, sedangkan dosa-dosa kami terus bertambah
adakah jalan upaya bagi kami.
Ya Allah, hamba-Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadap-Mu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepada-Mu, ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan, bila Engkau Campakkan kami, kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dari-Mu”.
“Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu”.
(Ali bin Abi Talib)
Kata-Kata Hikmah Part 4
Tapi Orang Yang Bisa Menemukan
Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur.
Seberapa besar CINTA kepada ALLAH...,
terukur dari seberapa taat diri ini pada NYA.
Seberapa besar RINDU kepada ALLAH...,
terukur dari seberapa tenggelam diri ini
dalam bacaan surat CINTA dari NYA.
Beribadah kepada Tuhan adalah pondasi CINTA,
menghayati Ayat2 Tuhan adalah bukti kerinduan seorang hamba.,
berilah kami keistiqomahan & petunjuk menjalani Hidup ini...
Jangan bermimpi menyentuh langit dengan anak
panah jika merentangkan busurnya saja tidak sanggup
Tuhan takkan pernah mengubah nasib jikalau
Kamu tak berkeinginan untuk mengubahnya sendiri
Bangun dan bangkitlah dari tidurmu. Lipatlah
selimutmu dan lumurilah tubuhmu dengan cita-cita
Salah satu kunci KEBAHAGIAAN adalah...
menikmati HIDUP hari ini seolah2 HARI TERAKHIR...
Sehingga kita akan berDAMAI dengan semua orang,
memberikan KEBAIKAN dan yang TERBAIK
kepada orang-orang yang DEKAT dihati kita
Belajarlah dari bunga liar di antara semak belukar yang tak punya alasan untuk tersenyum namun mampu membuat kita kagum dengan keindahannya..
Kita tak pernah kalah
karena mencintai seseorang
Tapi kita selalu kalah
karena tidak berterus terang
bahwa kita memang mencintainya
Mencintai itu ibarat menggenggam
sebuah pisau di tangan, ia akan membuatmu
terluka ketika engkau menggenggamnya terlalu erat..
Maaf Ya Allah jika hamba lupa dengan smua nikmat dariMu.
Maaf Ya Allah jika hamba sombong dengan segala anugrah darimu
Maaf Ya Allah jika hamba merasa paling beriman diantara manusia yang lain.
Maaf Ya Allah jika hamba merasa paling benar diantara mahlukmu.
Maaf Ya Allah jika hamba menunda2 untuk berbuat baik
Maaf Ya Allah jika lisan hamba sering menyakiti mahlukmu.
Dunia ibarat laut, semakin banyak diminum, semakin haus
laut yang tenang tidak akan melahirkan nahkoda yang tangguh
ketika badai mulai mendatangimu, bersiaplah dan hadapi,
karena itu lah yang akan membuatmu semakin tangguh.
MENYESALI MASA LALU ADALAH KESEDIHAN,
MENCEMASKAN MASA DEPAN ADALAH KEGELISAHAN,
BERBUAT YANG TERBAIK UNTUK SAAT INI ADALAH KEGEMBIRAAN
Memberikan kesenangan pada sebuah hati
dengan sebuah tindakan lebih baik daripada
seribu kepala yang menunduk berdoa
"Bukan titik yang menyebabkan tinta,
tetapi tinta yang menyebabkan titik...
Bukan cantik yang menyebabkan cinta,
tetapi cinta yang menyebabkan cantik."
Cobalah hadapi dengan tersenyum. ^ ^
Senyuman itu menggerakkan 17 otot wajah..
Sementara cemberut atau marah membutuhkan
tarikan 32 otot wajah (kata seorang dokter)
Tersenyumlah Saudaraku..
Karena senyuman membuat peredaran darah menjadi lebih baik
Karena senyuman membuat hati menjadi lebih ceria
Karena senyuman warisan Rasulullah.
Karena senyuman adalah sedekah
Tiap hari punya kesusahan sendiri,
Jangan biarkan kesusahan esok hari
menghalangimu untuk bersukacita atas hari ini..
Harapan adalah secercah cahaya
yang membuat dunia semakin indah..
Jangan pernah kehilangan harapan...
tebarkan kasih, jangan kebencian..
tebarkan damai, jangan permusuhan..
Dijamin hari-harimu TIDAK AKAN BAHAGIA..
selama engkau LARUT DALAM KESEDIHAN..
Dunia tak selebar daun kelor..(kata orang dulu)
Apa kamu tak tahu bahwa dunia ini begitu luas..
Bertebaranlah dibumi Allah yang Luas..
kejarlah ridha-Nya dan Mintalah petunjuk-Nya
Yang lalu biarlah berlalu, tataplah masa
depan dengan Ikhlas & semangat yg baru..
Akan tiba saatnya dimana kamu
harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintaimu
Atau karena ia tidak mempedulikanmu lagi
Melainkan saat kamu menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kamu melepasnya
Tetapi apabila kamu benar2 Tulus mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah melepaskannya
Fight for your dream !!! Jangan seperti prinsip " Easy come.. Easy go... "
Monday, April 25, 2011
BuatSeseorang : Ini benaran gak ya ?
Hari ini gue duduk di depan laptop dan ga ada kerjaan. kalian tau kan kalo ga ada kerjaan itu gimana ?
gue obrak abrik google, facebook, twitter dan semacamnya. tiba2 gue ketemu cerita ini. sangat menyedihkan. hati gue pun bertanya ? " Ini cerita benaran apa cuman karangan bebas ? "
Tapi Sumpah cerita ini bikin gue sedih dan sempat bertanya ada ya orang seperti ini ?
kalian mau lihat ceritanya ? " INI CERITANYA "
" Haii…., Nama ku Sandra, umur ku tiga tahun
Aku pasti anak yg bodoh aku pasti anak yg nakal
yang selalu membuat ayah ku marah dan selalu memukuli ku
aku berharap tidak berwajah cacat seperti ini
jadi mungkin ibu ku akan selalu mau memeluk ku setiap waktu
Ketika aku bangun aku selalu sendirian
dan ketika keluarga ini pergi aku tidak pernah di bawa
saat mereka pulang ke rumah aku selalu mencoba menjadi anak yang baik
jadi aku mungkin hanya akan mendapatkan satu pukulan di malam hari
Malam ini aku mendengar suara mobil ayah ku datang di halaman
terdengar sumpah serapah nya dari sini
nama ku di panggil nya aku memojokan diri ku merapat ke dinding kamar
aku mencoba untuk sembunyi dari diri nya
aku sangat ketakutan sekarang dan mulai berkeringat dingin
Dia menemukan ku sedang menangis
dan berteriak kepada ku dengan nama-nama binatang
dia mengatakan kalau semua itu adalah kesalahan ku
atas rasa malu nya di kantor
di mana semua teman nya selalu membicarakan kecacatan ku
dia menampar ku dan memukul ku
dan berteriak lebih banyak lagi kepada ku
Aku berlari menuju ke pintu
tapi ia sudah mengunci pintu nya dan aku mulai berteriak histeris
dia mengangkat tubuh ku yang tidak sampai 10 Kg ini
melemparkan nya ke dinding kamar yang keras
dan membenturkan kepala ku di sana
aku jatuh ke lantai dengan tulang yang patah
dan kepala yang retak
tapi ayah ku masih terus melanjutkan nya
sampai aku tidak bisa bergerak lagi……..
‘Maafkan aku ayah…….’, lirih ku pelan
tetapi itu sudah sangat terlambat
aku berdoa kepada tuhan
oh Tuhan berikan belas kasih Mu
biar lah ini cepat berlalu
karena aku pun tak mau terlahir cacat seperti ini
dan akhir nya ayah ku pun berhenti
dan pergi meninggalkan tubuh ku di lantai
aku terbaring tergeletak di sana tak bergerak lagi….
Nama ku Sandra, umur ku tiga tahun
malam ini ayah ku telah membunuh ku…… "
SUMPAH !! RASANYA GUE INGIN NGE BUNUH AYAH SEPERTI DIA ITU!!
@BuatSeseorang
http://bseseorang.blogspot.com/
Sunday, April 24, 2011
Anda pasti BISA, jika anda berpikir BISA ! (Bagian 2)
Demikianlah, jika yang mendominasi bayangan dan pikiran kita adalah hal-hal yang negatif – kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik kepada Anda. Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membuat kita terpelanting dalam kisah hidup yang penuh kepiluan.
Sebaliknya, jika pikiran kita dipenuhi dengan visualisasi yang sarat dengan energi positif – tentang semangat hidup, tentang keyakinan untuk merengkuh sejumput keberhasilan, tentang kelimpah-ruahan, tentang kegairahan optimisme yang meluap, tentang ucapan syukur yang tak pernah berhenti mengalir – maka jejak kehidupan pasti akan membawa kita lebur dalam nirvana kebahagiaan yang hakiki.
Karena itulah, para pakar motivasi senantiasa menganjurkan kita untuk selalu merawat otak dan pikiran kita agar selalu berada pada ranah yang positif. Visualisasi dan luapan energi yang positif, dengan kata lain, perlu terus digodok dan diinjeksikan kedalam segenap sel saraf otak kita. Sebab dengan itulah, sketsa indah tentang keberhasilan dan kebahagiaan bisa mulai dilukiskan dengan penuh kesempurnaan.
Sesungguhnya, ide tentang korelasi antara spirit hidup yang positif dengan level keberhasilan individu pernah dielaborasi secara ekstensif oleh para akademisi jauh sebelum buku Law of Attraction yang menggemparkan itu terbit. Martin Seligman adalah salah satu tokohnya. Tokoh yang acap disebut sebagai Bapak Psikologi Positif ini, melalui bukunya yang bertajuk Learned Optimism telah memberikan elaborasi yang solid tentang betapa spirit optimisme dan pola pikir positif amat berpengaruh terhadap keberhasilan hidup.
Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar perjalanan hidup kita selalu diselimuti oleh energi positif dan spirit optimisme yang menghentak serta terus mengalir.
Salah satu cara yang populer adalah melalui teknik visualisasi positif.
Cara lain yang praktis mungkin adalah ini : tenggelamkan diri Anda dalam lingkaran pergaulan atau komunitas yang memiliki visi hidup positif. Mungkin kita bisa memulainya dari lingkungan terdekat, keluarga. Siramilah segenap interaksi dalam keluarga kita dengan energi positif, rajutlah komunikasi yang produktif dengan pasangan hidup kita (dan bukan membanjirinya dengan aneka keluhan seperti : Aduh Mama, kenapa lauknya asin banget? Atau : Mama gimana sih, kok celana dalam saya ndak ada yang kering?). Lalu, limpahilah jua anak-anak kita dengan pujian dan apreasiasi (dan bukan dengan rentetan kalimat negatif seperti : kenapa rapormu jelek, kenapa nilai matematika si Andi lebih baik dari kamu, dst).
Lalu, bangun pula persahabatan dengan insan-insan yang selalu mampu menebarkan nyala kegigihan dalam setiap jejak langkahnya. Tebarkan interaksi dengan mereka yang selalu bisa memekarkan keyakinan untuk merengkuh keberhasilan; dan bukan dengan pribadi yang hanya bisa meletupkan energi negatif. Dan bentangkan sayap pergaulan kita dengan mereka yang selalu melihat masalah sebagai sebuah tantangan yang pasti bisa dituntaskan – dan tidak dengan orang-orang yang hanya menabur komplain, saling-menyalahkan dan mengeluarkan sembilu keluhan tanpa ujung.
Pada sisi lain, mungkin ada baiknya juga jika kita melimpahi hidup dengan bacaan dan pengetahuan yang inspiratif, menyegarkan serta mampu membawa pencerahan. Bacaan itu bisa kita gali dari buku-buku, majalah atau blog-blog bermutu (ya contohnya seperti blog yang sedang Anda baca ini….:):)). Pengetahun yang inspiratif ini barangkali dapat menopang dan membantu kita dalam merajut etos hidup yang dilimpahi oleh energi positif.
Pada akhirnya mesti dikatakan bahwa jalan menuju nirvana kebahagiaan sungguh merupakan jalan yang terjal nan berliku. Namun selalu hadapilah jalan yang panjang itu dengan sikap hidup positif, dengan spirit optimisme, dengan keyakinan yang menggumpal, dan dengan limpahan rasa syukur yang mengalir tanpa henti.
Juga dengan lantunan doa yang khusyu’ tanpa henti pada Sang Ilahi. Percayalah, seribu malaikat pasti akan selalu mendengar doa yang Anda bisikkan siang dan malam itu……..
Anda pasti BISA, jika anda berpikir BISA ! (Bagian 1)
Dan persis seperti itulah spirit yang dikandung oleh Law of Attraction (LOA) – sebuah aliran keyakinan yang kini tengah digandrungi dimana-mana. Maka simaklah petikan kalimat-kalimat berikut ini.
Rahasia besar kehidupan adalah hukum tarik menarik. Hukum tarik menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Ketika Anda membayangkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirim ke Semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal yang serupa, dan lalu dikembalikan pada sumbernya, yakni Anda. (dikutip secara bebas dari buku The Secret karangan Rhonda Byrne).
Dengan kata lain, jika Anda selalu membayangkan pikiran yang negatif – kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik secara powerful kepada sumbernya, yakni Anda. Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membawa kita dalam lorong gelap tak berujung.
Dalam lorong gelap itulah, benih-benih spirit optimisme, raungan keyakinan untuk mencengkram keberhasilan, dan daya juang untuk merajut imajinasi positif, menjadi hilang tak berbekas. Hidup yang nyata pada akhirnya akan berujung pada nyanyi bisu keterpurukan.
Itulah mengapa sebagian orang lalu memberi saran agar kita menjaga jarak dari lingkungan yang hanya menerbarkan energi kelam negativisme. Toh sialnya, setiap hari rasanya kita selalu disergap dengan energi negatif ini. Di jalanan tiap pagi kita disergap kemacetan yang melentik kita untuk segera mengeluarkan kemarahan dan umpatan menyalahkan pihak lain. Di kantor, kita acap menatap wajah-wajah sayu yang melakoni pekerjaannya dengan semangat yang kian sempoyongan. Di sudut lain kita juga tak jarang menemui sang complainer, yang kerjanya tiap hari hanya mengeluh : mengeluh bos-nya tidak adil-lah, mengeluh mengapa karirnya tak naik-naik-lah, atau mengeluh mengapa kopi yang disajikan office boy rasanya terlalu pahit……..
Dan aha, ketika kita pulang ke rumah, dan sejenak membaca berita di koran serta melihat acara talk show di televisi, duh mengapa isinya selalu sarat dengan negative news dan gambaran pesimisme yang kelam. Pengamat yang satu mengkritik ini, pengamat yang lain menyalahkan itu. Pengamat yang lainnya lagi memberikan gambaran masa depan bangsa yang seolah-olah akan jatuh dalam kegelapan abadi. (Fakta ini membuat teman saya pernah memberi saran pada saya agar BERHENTI total untuk membaca koran dan menonton televisi. Kenapa, tanya saya. Jawabnya lugas : berita dan komentar-komentar kelam yang muncul di televisi dan koran hanya akan membunuh imajinasi dan harapan Anda tentang masa depan yang lebih baik !!).
Begitulah. Ketika segenap partikel udara telah dipenuhi dengan energi negative, dan ketika berderet narasi tentang masa depan yang muram selalu menari dihadapan kita, maka apa yang sesungguhnya mesti kita lakukan?
Kita tentu tak boleh membiarkan diri kita larut didalamnya, sebab itu artinya hanya akan membuat kita terpelanting dalam kubangan nasib yang penuh ratapan dan sembilu kepedihan yang tak berujung.
“Anda tak dapat menolong dunia dengan berfokus pada hal-hal negatif. Ketika Anda berfokus pada peristiwa-peristiwa negatif, maka Anda bukan saja menambahnya, namun juga mendatangkan lebih banyak hal negatif ke dalam hidup Anda sendiri,” demikian untuk mengutip kembali ungkapan Rhonda Byrne.
Jadi bagaimana dong? Saya akan mencoba mengeksplorasi butiran-butiran jawabannya dalam tulisan seri berikutnya (Anda bisa membacanya DISINI). Untuk sementara, silakan kembali mereguk kopi hangat yang sudah ada di meja Anda. Seruputlah kopi itu pelan-pelan, sambil berbisik dalam hati : life is good….yeah, life is good.
Positive Mindset !
Dalam tulisan mengenai Law of Attaction (Hukum Tarik Menarik) — yang bisa Anda baca disini dan disini — kita telah membahas mengenai betapa sesungguhnya pola pikir dan rajutan imajinasi kita memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sejarah masa depan hidup kita.
Demikianlah, jika kita selalu mampu menganyam pola pikir yang guyub dengan energi positif – dengan energi tentang keyakinan-diri, dengan pancaran optimisme yang kokoh, dan dengan sikap hidup yang selalu penuh rasa sukur – maka ada peluang besar bahwa hidup sejati kita akan benar-benar dilimpahi oleh sederet narasi tentang keberhasilan.
Sebaliknya, jika bentangan hidup kita selalu diharu-biru oleh rajutan pola pikir yang negatif – tentang bayangan kelam kegagalan, tentang rasa tak percaya diri, tentang kegamangan, dan sikap hidup yang selalu mengeluh serta menyalahkan pihak lain (tanpa mau jernih melakukan introspeksi) – maka besar kemungkinan hidup nyata kita benar-benar akan dipenuhi dengan elegi pilu kemalangan dan kenestapaan.
Itulah mengapa kaum bijak bestari memberi petuah agar kita bisa selalu melentikkan api optimisme dalam diri kita dan juga mampu merawat pola pikir positif. Positif melihat masa depan kita, positif melihat segenap tantangan yang menghadang, dan positif dalam berpikir serta berimajinasi.
Soalnya kemudian adalah : menginjeksikan daya positif ke dalam sel-sel otak kita ternyata tak semudah membikin indomie rebus. Acap ketika dihadapkan pada tantangan yang membuncah atau kerumitan masalah yang menghadang, pikiran kita langsung goyah dan berpikir : ah, saya memang tidak mampu melakukannya…..saya mungkin tidak bisa meraih impian yang saya cita-citakan…..yah, memang ini suratan nasib saya…….(Duh!).
Jadi bagaimana duuoong? Apa yang mesti dilakoni agar mentalitas positif dan spirit keyakinan itu tak langsung layu ketika badai tantangan datang menghadang? Apa yang mesti diziarahi agar virus positiv itu terus menancap dalam serat otak kita bahkan ketika lautan masalah terus menggelora, menghantam biduk perjalanan kita?
Beruntung, para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya. Dan jawabannya terletak pada empat level gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang kesadaran itu.
Beta (14 – 100 Hz). Dalam frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi, dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnya rasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kita dalam kondisi beta adalah seperti dibawah ini.
Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Berikut gambar gelombang alpha.
Theta (4 – 7.9 Hz). Dalam frekuensi yang rendah ini, seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu’, keheningan yang mendalam, deep-meditation, dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar. Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi. Berikut gambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta.
Delta (0,1 – 3,9 Hz). Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi. Dalam frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. Bila seseorang tidur dalam keadaan delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski tertidur hanya sebentar, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.
Nah, penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). Dalam frekuensi inilah, kita bisa menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus. Apabila kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi alpha, maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita. Pada gilirannya, hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang diimpikan.
Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar kita bisa berada kondisi alpha?
Bagi Anda yang muslim, ada satu langkah yang mujarab : sholat tahajud di tengah keheningan malam (Jika Anda beragama Kristen, mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”).
Begitulah, para kaum bijak bestari berkisah, dalam momen-momen kontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi, selalu ada perasaan keheningan yang menggetarkan, perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan. Saya berpikir perasaan ini muncul karena saat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha. Dan percayalah, dalam momen itu, kita dengan mudah bisa memasukkan energi positif dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. Dalam momen inilah, dalam hamparan kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus mengalir, kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap raga kita. Dalam segenap jiwa dan batin kita.
Maka mulai malam ini………………ditengah kesunyian malam, bentangkanlah sajadah disudut rumah kita, basuhkan air wudhu, dan tegakkan sholat tahajud dengan penuh keikhlasan. Lalu, ditengah keheningan yang menentramkan, lantunkanlah harapan positif dan doa-doa itu dengan penuh keyakinan……Mudah-mudahan kita semua bisa melangkah menuju pintu keberhasilan dan kebahagiaan. Disini dan “Disana”.
Labels:
Artikel,
Bisnis,
Reprogramming Mindset,
Tahukah Anda,
Tips,
Umum
Kasih Sayang yang TULUS.
Berawal dari seorang ayah yang menginginkan anaknya menjadi insinyur, ia merelakan uangnya untuk membeli laptop demi menunjang perkuliahan dan karir si anak. tetapi si anak kurang berbakat dalam hal mekanik,dan anak ini lebih berbakat dalam bidang photografi.
simaklah cuplikan dialog seorang ayah kepada anaknya ketika ia mencoba memahami apa yang di butuhkan dalam keperluan anaknya...
"aku akan mengembalikan laptop ini"
"nak,berapakah harga sebuah kamera profesional?"
"cukupkah apabila ditukar degan laptop ini?"
"jika masih kurang, bilang ayah ya naaak.."
begitulah kata2 ayahnya farhan dalam film 3 Idiots
coba kita renungkan:
berapa banyak pengorbanan kedua orang tua terhadap kita..
betapa sabar ibu kita ketika mengandung selama 9 bulan.
betapa giatnya ayah kita mencari nafkah untuk kita sekeluarga
berapa banyak pengeluaran uang untuk makanan dan minuman kita sejak di kandung hingga sekarang?
berapa banyak kasih sayang mereka?
siapa yang paling khawatir jika kita sedih dan punya masalah?
ketika kita sakit mereka selalu perduli, bahkan merelakan jam istirahatnya demi mengurus kita.
berapa banyak kita telah merepoti mereka?
berapa sering tangis mereka karena kita?
pernahkah kita membuat mereka bangga?
pernahkah kita menyenangkan hati mereka?
pernahkan kita membantu mereka?
pernahkah kita meringankan beban mereka?
pernahkah kita memberikan sesutu yang berarti bagi mreka?
pernahkah kita mengucapkan cinta dan sayang kepada mereka?
pernahkah kita mengucapkan kata terima kasih pada mereka?
atau bahkan kita sering bersikap acuh kepada mereka jika tidak mengabulkan permintaan kita?
seberapa seringkah kita bisa membuat tersenyum mereka?
mumpung masih ada kesempatan,renungkanlah wahai sahabat....
mumpung umur masih ada,kesempatan belum terlambat..
tanamkan dalam hatimu bahwa engkau bisa sukses dan bisa membuat mereka tersenyum bangga..
simaklah cuplikan dialog seorang ayah kepada anaknya ketika ia mencoba memahami apa yang di butuhkan dalam keperluan anaknya...
"aku akan mengembalikan laptop ini"
"nak,berapakah harga sebuah kamera profesional?"
"cukupkah apabila ditukar degan laptop ini?"
"jika masih kurang, bilang ayah ya naaak.."
begitulah kata2 ayahnya farhan dalam film 3 Idiots
coba kita renungkan:
berapa banyak pengorbanan kedua orang tua terhadap kita..
betapa sabar ibu kita ketika mengandung selama 9 bulan.
betapa giatnya ayah kita mencari nafkah untuk kita sekeluarga
berapa banyak pengeluaran uang untuk makanan dan minuman kita sejak di kandung hingga sekarang?
berapa banyak kasih sayang mereka?
siapa yang paling khawatir jika kita sedih dan punya masalah?
ketika kita sakit mereka selalu perduli, bahkan merelakan jam istirahatnya demi mengurus kita.
berapa banyak kita telah merepoti mereka?
berapa sering tangis mereka karena kita?
pernahkah kita membuat mereka bangga?
pernahkah kita menyenangkan hati mereka?
pernahkan kita membantu mereka?
pernahkah kita meringankan beban mereka?
pernahkah kita memberikan sesutu yang berarti bagi mreka?
pernahkah kita mengucapkan cinta dan sayang kepada mereka?
pernahkah kita mengucapkan kata terima kasih pada mereka?
atau bahkan kita sering bersikap acuh kepada mereka jika tidak mengabulkan permintaan kita?
seberapa seringkah kita bisa membuat tersenyum mereka?
mumpung masih ada kesempatan,renungkanlah wahai sahabat....
mumpung umur masih ada,kesempatan belum terlambat..
tanamkan dalam hatimu bahwa engkau bisa sukses dan bisa membuat mereka tersenyum bangga..
Saturday, April 23, 2011
Kantor-2 Raksasa Internet !
Labels:
Artikel,
Facebook,
International,
Internet,
Photo,
Tahukah Anda,
Twitter,
Umum
Subscribe to:
Posts (Atom)















































